Ketidak suburan ( kemandulan )

Ketidak suburan ( kemandulan )

Ketidaksuburan adalah suatu keadaan pasangan suami isteri yang sulit memperoleh anak. Pasangan suami-isteri dapat dicurigai infertile primer jika pasangan tersebut sudah menikah selama setahun dan melakukan sanggama bebas jadwal serta tanpa kontrasepsi, tetapi sang isteri belum mendapat kehamilan. Selain infertile primer, ada pula yang disebut infertile sekunder, yaitu kesulitan mendapatkan anak dalam kurun waktu tertentu. Misalnya saja, Heni mengandung saat usia pernikahanya dengan Hendra baru memasuki bulan ketiga. Ia pun melahirkan anaknya persis satu tahun dari tanggal pernikahanya. Pada saat tersebut, pasangan Hendra dan Heni dikatakan sebagai pasangan subur. Setelah sang anak berusia 3 tahun, mereka menginginkan anak yang kedua, tetapi sampai anaknya berumur 10 tahun, mereka tak juga dapat memenuhi keinginan anak semata wayangnya untuk memiliki adik. Nah, pada kurun waktu tersebut, Heni dan Hendra bisa dikatakan dalam kondisi infertile sekunder.

mandul-150x150

Penyebab Kemandulan pada Wanita

  1. Keputihan

Keputihan sering dihinggapi kuman dan menjadi infeksi. Bila infeksi di vagina masuk ke rahim, dapat menimbulkan kesulitan untuk hamil. Keputihan adalah keluarnya lendir yang berlebih dari dalam vagina atau dari liang sanggama. Lendir ini berfungsi terutama pada saat aktivitas seksual agar vagina tidak terluka akibat gesekan-gesekan. Lendir itu dibentuk oleh kelenjar-kelenjar seks, yaitu sepasang kelenjar skene yang ada di kiri-kanan sekitar lubang kencing wanita dan dalam kelenjar bartolin yang ada di dinding vagina luar kiri dan kanan.

Bagian yang paling banyak mengandung lendir ini adalah mulut rahim, karena sel-sel di dalam saluran mulut rahim terdiri atas sel-sel kelenjar yang menghasilkan lendir. Lendir ini menutupi mulut rahim agar kotoran dari vagina tidak masuk ke dalam rahim atau ke dalam tubuh perempuan. Pada masa subur, lendir ini akan menjadi sangat encer dan liat sehingga banyak sekali keluar. Kondisi ini sering disebut dengan istilah keputihan. Keputihan ini bisa terjadi karena kelemahan tubuh yang diakibatkan oleh stress berat, kelelahan atau baru sembuh dari sakit. Keputihan seperti ini merupakan keputihan normal. Ciri-cirinya, cairan encer dan bening, tidak gatal, tidak berwarna, serta tidak berbau.

Karena lendir-lendir ini adalah protein, tentunya sangat banyak jasad kecil yang akan tumbuh dan senang memakannya. Jasad-jasad kecil tersebut antara lain jamur trichomonas dan beberapa kuman kulit. Kuman-kuman yang masuk ke dalam lendir ini akan berkembang pesat. Bila trichomonas yang tumbuh, keputihan yang keluar adalah cairan berwarna kotor, terasa perih dan gatal. Kalau yang tumbuh adalah jamur, biasanya keputihan yang keluar adalah cairan berwarna sedikit kekuningan dan terasa sangat gatal. Kalau yang tumbuh disana adalah escheresia coli atau jasad renik yang ada dalam saluran pencernaan atau disekitar dubur, keputihan yang keluar adalah cairan berwarna kotor, mungkin sedikit seperti kotoran manusia. Jadi segala kuman bisa hidup di dalam lendir ini.

Keputihan menjadi sumber infeksi. Kalau dibiarkan, lama kelamaan akan masuk melalui mulut rahim menuju rongga perut sehingga bisa menimbulkan perlengketan dan bisa menyebabkan kemandulan dan infeksi.

keputihan-1-150x150

  1. Infeksi Saluran Telur

Karena saluran telur sangat kecil, infeksi akan menimbulkan perlengketan dan mengganggu transportasi sel sperma menuju sel telur sehingga menyebabkan kesulitan untuk hamil. Infeksi saluran telur terjadi karena kuman, bakteri, virus atau jamur. Penularannya bisa lewat jalur bawah (dari vagina: lewat hubungan seksual, luka akibat persalinan, keguguran atau keputihan hebat yang tidak diobati dengan baik) atau dari jalur atas (lewat darah, seperti kuman TBC, typhoid, dll). Penularan dari bawah lebih sering daripada penularan lewat darah. Tubuh wanita mempunyai suatu mekanisme pertahanan dari penularan yang dapat masuk lewat liang sanggama. Rongga perut wanita yang banyak berisi organ tubuh vital dan bersifat suci hama (steril), mempunyai hubungan dengan dunia luar lewat alat kelamin dalam yang merupakan satu saluran (rongga). Alat kelamin bawah (liang sanggama) sangat sering terkena infeksi, yang kita kenal dengan istilah keputihan. Keputihan tersebut gatal, perih atau berbau disertai dengan peningkatan suhu tubuh.

Akan tetapi, infeksi alat kelamin dalam jarang terjadi. Pelindung alat kelamin dalam dari infeksi adalah lendir yang kental dan banyak mengandung sel darah putih yang terletak pada mulut rahim. Lendir ini akan dibuang tubuh sesaat sebelum menstruasi dan dibentuk kembali setelah menstruasi berhenti.

Rongga perut sendiri juga memiliki suatu mekanisme pertahanan yang unik dalam rangka mempertahankan dirinya. Usus yang panjangnya beberapa meter tergantung berlipat-lipat pada posisi tertentu dalam rongga rahim sesuai panjang penggantung ususnya. Disamping itu, masih ada lagi omentum untuk melindungi usus yang berisi banyak pembuluh darah.

Bila ada sesuatu yang abnormal mengganggu rongga perut seperti perdarahan atau infeksi, rongga perut akan berusaha melokalisasi bahaya tersebut dengan cara menempelkan usus, omentum atau penggantungannya ke arah sumber bahaya tadi sehingga perdarahan atau infeksi terkurung dan tidak dapat meluas. Akibatnya terjadilah perlengketan-perlengketan di dalam rongga perut. Perlengketan yang menuju saluran telur dan menghambat proses transportasi telur atau janin dalam proses reproduksi.

Kemungkinan untuk hamil pada keadaan ini tentu saja ada, tidak ada yang mustahil bagi Allah, tinggal bagaimana kita sebagai hamba memohon perkenan-Nya. Bila infeksi kandungan telur mengakibatkan terjadinya penyempitan saluran telur, pengobatannya adalah sebagai berikut. Bila infeksi masih berlangsung, tentunya dokter akan menggunakan antibiotik untuk membunuh kumannya. Bila infeksi sudah berlalu dan tinggal perlengketannya, dokter akan melakukan foto HSG (Hysterosalpingografi) atau pemotretan rahim dan saluran telur dengan menyemprotkan larutan kontras ke dalam rongga rahim. Dengan HSG ini, dapat ditentukan lokasi dan bentuk perlengketan.

Syarat HSG adalah baru selesai menstruasi dan belum berhubungan seks. Syarat ini sangat penting untuk dipatuhi, karena bila berhubungan seks sebelum dilakukan HSG, proses kehamilan mungkin saja terjadi. Bila proses kehamilan tengah terjadi dan dilakukan HSG, tentunya janin akan menjadi rusak karena HSG menggunakan sinar radioaktif.

Perlengketan pada bagian pangkal saluran telur dekat muara ke dalam rahim biasanya sukar diatasi, sedangkan perlengketan didaerah pertengahan atau ujung luar saluran telur – kalau perlengketannya masih ringan – dapat diatasi dengan cara menyemprotkan larutan antilengket dan antibiotik ke dalam rahim (hydrotubasi). Melepas perlengketan dengan cara mendorongkan cairan dari dalam ini merupakan cara paling aman dan fisiologis. Akan tetapi, bila perlengketannya sudah keras dan menahun, tentunya cairan tidak mungkin bisa melepaskannya.

Bila perlengketan atau penyumbatan tidak bisa diatasi dengan penyemprotan, ada dua kemungkinan tersisa. Pertama, operasi untuk membuang perlengketan. Kedua, dengan jalan bayi tabung (invitro fertilization) yang biayanya saat ini relative masih sangat mahal (lebih dari 40 juta rupiah) dengan kemungkinan sukses sekitar 15-20% saja.

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah penimbunan cairan abnormal dalam jaringan indung telur. Bila kista itu besar, jaringan indung telur akan tertekan dan terganggu fungsinya sehingga sulit menghasilkan telur.

Kista bisa terjadi dimana saja dalam organ tubuh wanita. Namun, yang paling sering tentu saja pada indung telur. Hal ini dikarenakan pada indung telur terjadi proses subur serta perkembangan dan pematangan telur yang juga merupakan suatu bentuk kelenjar. Selain pada indung telur, kista juga bisa terjadi di otak , hati, ginjal, dan sebagainya.

Kista didalam saluran indung telur ini bermacam-macam. Ada kista yang berisi cairan jernih yang disebut dengan kista serosa. Ada kista yang berisi muslin atau lender yang disebut kista mulsinosa. Ada juga kista yang berisi jaringan-jaringan janin seperti gigi, rambut, tulang, yang disebut kista dermoid. Yang terakhir adalah kista yang berisi darah mens yang berwarna coklat atau endometriosis di indung telur. Kista cokelat ini dapat menimbulkan infeksi dan perlengketan-perlengketan sehingga sering mengakibatkan kemandulan.

Kista perlu dibedakan dengan telur subur. Kista dan telur subur akan tampak sama pada saat dilakukan satu kali pemeriksaan dengan menggunakan USG. Perbedaan antara keduanya akan tampak pada pemeriksaan serial. Telur subur akan berubah ukurannya dari hari ke hari dengan sangat cepat, dan biasanya setelah terjadi ovulasi atau telur subur pecah, bentuk bangunan mirip kista itu akan hilang, mudahnya, kita bisa membedakan kalau telur subur tidak akan pernah lebih dari 6 cm (ukuran jeruk lemon). Jadi kalau bangunan tersebut lebih dari 6 cm, kemungkinan besar itu adalah kista.

Kista sendiri dibagi menjadi dua kelompok, non neo-plastik dan neo-plastik. Kista non neo-plastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan, sedangkan kista neo-plastik adalah jenis kista yang pada umumnya harus dioperasi. Namun hal ini tergantung pada ukuran dan sifatnya apakah membahayakan atau tidak.

Oleh karena itu kalau ada benjolan mirip kista, tunggu satu atau dua siklus dan lakukan USG lagi setelah menstruasi. Kalau kita lihat benjolan itu mengecil, itu adalah folikel (benjolan berisi cairan dalam indung telur) dan akan hilang sendiri. Kista biasanya tidak berubah karena tidak terpengaruh oleh hormon.

Kita jangan terlalu khawatir terhadap kista, serta tidak perlu langsung minta dioperasi karena bisa saja kista dalam tubuh kita tergolong kista dorman atau kista yang “tidur”. Bisa saja kita mempunyai kista yang berukuran 6 cm seumur hidup, ukurannya tetap 6 cm saja sampai kita meninggal. Jadi tidak usah cemas, kista seperti ini hanya perlu diawasi.

Kista-Ovarium

  1. Mioma

Mioma adalah benjolan atau tumor yang disebabkan sekelompok otot rahim yang membengkak akibat pengaruh hormon. Mioma dapat menimbulkan kesulitan hamil karena menekan atau menutup saluran telur, mengganggu penempelan janin bila ia jatuh diatas mioma.

Melalui USG, kita isa melihat ada suatu benjolan yang biasanya berbentuk bulat, dengan gambaran bentuk-bentuk mirip konde atau kumparan pada otot. Sering terjadi pengapuran disana dengan banyak terdapatnya endapan-endapan kapur. Mioma bisa dilihat dengan batas pingggir benjolan yang tidak jelas. Istilah awamnya sering disebut mioma yang belum matang, sudah tumbuh benjolan tetapi belum terpisah atau lepas dari otot-otot disekelilingnya. Mioma berbentuk bulat licin, warnanya keputih-putihan dan biasanya lebih keras daripada jaringan di sekelilingnya. Mioma terlihat hamper sama seperti lemak, hanya lebih padat, bulat, dan permukaannya licin.

Tidak perlu cepat-cepat mengoperasi mioma, karena kalau balum sempurna terlepas dari sekelilingnya, melepaskan mioma akan sangat sulit. Mioma yang sudah matang batasnya jelas dengan lebih banyak perkapuran. Hal ini memudahkan pelepasannya pada waktu operasi.

Mioma hampir tidak pernah ada yang ganas. Yang menjadi permasalahan pada mioma adalah pembesarannya bisa merubah letak rahim. Kalau letaknya di dinding depan rahim, kemungkinan rahim menjadi jatuh ke depan karena diganduli oleh mioma yang berat. Kalau jatuh ke depan dan cukup besar, ia akan menekan kandung kencing. Akibatnya terjadi gangguan pada proses buang air kecil. Penderita akan sering kencing sedikit-sedikit karena salurannya tertekan dan ini bisa menimbulkan infeksi karena kencingnya tidak lancar, bahkan tidak bisa dikeluarkan sama sekali. Kalau mioma terletak di belakang dinding rahim, ia akan menarik ke belakang rahim. Hal ini akan menyebabkan organ yang berada di belakang rahim yaitu usus, bagian alat cerna, atau rectum menjadi tertekan. Akibatnya akan terjadi gangguan berupa susah buang air besar. Mioma juga bisa berada di tengah-tengah dinding rahim. Hal ini menyebabkan perubahan besar, rahim serta rongga rahim ikut tertarik membesar. Karena rongga rahim tertarik membesar, lapisan endometrium menjadi lebih luas. Hal ini mengakibatkan perdarahan menstruasi menjadi lebih banyak, dan kadang mengakibatkan kekurangan darah sehingga harus dibantu dengan transfusi.

Mioma bisa mengganggu kesuburan. Jika mioma menekan saluran telur (tuba), saluran ini akan sering tersumbat sehingga tidak bisa terjadi kehamilan karena sperma tidak bisa masuk. Mioma bisa menyebabkan hamil diluar kandungan, karena masih ada lubang masuk untuk sperma dan terjadi pembuahan. Akan tetapi lubang tersebut tidak cukup lebar bagi sel telur yang telah dibuahi keluar dari tuba menuju rahim.

Mioma bisa mengganggu kesuburan jika banyak sekali terdapat pada endometrium. Mioma yang sangat padat dan permukaannya keras mengakibatkan janin sukar menempel membuat ari-ari. Ari-ari ini tidak bisa menembus mioma sehingga mudah tercabut. Hal ini menyebabkan keguguran.

Pada saat terjadi kehamilan, hormon estrogen meningkat cukup tinggi dan mengakibatkan rangsangan pertumbuhan sel-sel mioma meningkat secara signifikan. Jika mioma membesar pada waktu kehamilan, bisa menyebabkan tekanan pada kantong janin karena tumbuh dalam suatu rongga yang abnormal yang bentuknya tertekan oleh mioma.

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit yang dipicu oleh penumpukan sel-sel endometrium (darah mens) di luar rongga rahim. Endometriosis menimbulkan perlengketan-perlengketan di rongga rahim, termasuk di saluran telur sehingga kehamilan menjadi sulit terjadi.

Ada dua macam endometriosis, pertama adalah endometriosis internal, yaitu sel-sel endometriosis menembus ke dalam otot, misalnya ada di lapisan paling bawah, kemudian masuk ke lapisan tengah sehingga mengakibatkan pembengkakan rahim. Hal yang aneh dari endometriosis jenis ini adalah sel-sel endometriosisnya berada di dalam rahim, tetapi tetap hidup dan mengalami perdarahan pada waktu menstruasi. Karenanya, pasien yang mengalami endometriosis jenis ini merasakan nyeri sepanjang menstruasi. Seseorang yang mengalami nyeri menstruasi pada hari pertama atau hari kedua, yaitu ketika darah menstruasi belum keluar banyak, dikatakan mengalami kondisi normal, tetapi kalau nyeri itu bertahan sepanjang menstruasi, bahkan kadang-kadang sampai dua hari setelah menstruasi berhenti, harus dicurigai mengidap endometriosis. Pada endometriosis internal, rahim terlihat membesar dan lunak.

Kedua adalah endometriosis eksternal. Endometrium ini berada di luar rahim dan bisa keluar dari saluran telur serta tumpah ke dalam rongga perut menempel pada perimetrium, kemudian ikut pada proses menstruasi selanjutnya. Akibatnya, sesuai dengan pola pertahanan tubuh, perimetrium melokalisasi dan menutup perdarahan yang terjadi. Akibatnya, terjadilah perlengketan antara perimetrium atau peritoneum tersebut.

Endometriosis dapat mengganggu pembuahan karena seringkali dapat menutup jalan masuknya sperma. Endometriosis menutup mulut rahim dari saluran telur yang menghadap ke rongga perut sehingga saluran telur menjadi buntu. Selain itu endometriosis menyebabkan dinding saluran telur saling menempel sehingga tidak bisa bergerak menangkap sel telur yang keluar dari indung telur. Jika endometriosis tersebut menempel diluar indung telur, pada masa subur sel telur akan dibuang, dipecah keluar dari indung telur. Kalau endometriosis itu terletak tepat di pinggir tempat sel telur yang pecah, endometriosis sangat mungkin akan jatuh dan masuk ke dalam indung telur. Setelah itu, luka pada indung telur menutup dan endometriosis akan tumbuh di dalam indung telur.kemudian, setiap kali menstruasi akan membentuk darah yang semakin lama semakin banyak dalam indung telur sehingga akan terlihat seperti kista. Dengan alat USG, akan terlihat partikel-partikel di dalam saluran kista, sehingga kista ini disebut sebagai kista endometriosis atau kista coklat. Disebut kista coklat karena jika pecah, kista tersebut akan mengeluarkan cairan coklat kehitaman yang merupakan darah mens.

Endometriosis dapat diobati dengan sejumlah obat yang pada prinsipnya adalah menghambat terjadinya mens. Pasien dibuat untuk tidak mens selama sekitar enam bulan dengan harapan sel darah putih punya waktu untuk memakan dan menghabiskan sel-sel endometrium yang ada diluar rahim. Sel endometrium tidak bisa menjadi ganas. Namun sel-sel ini bisa mengurangi kualitas dan kenyamanan tubuh karena penderita selalu merasakan nyeri setiap menstruasi.

Endometriosis berkaitan dengan hormon perempuan yang meningkat pada saat menstruasi. Karenanya, ia akan sembuh sendiri bila telah masuk fase menopause, seiring dengan berkurangnya hormon-hormon tersebut.

Tak hanya didalam rahim, endometriosis bisa terjadi disuatu tempat yang jauh dari rahim, seperti otak, paru-paru, atau bahkan lubang hidung. Setiap kali menstruasi, penderita mengalami perdarahan di hidung, namun bukan mimisan. Bisa juga setiap kali mens, penderita mengalami sakit kepala yang luar biasa dan setelah diperiksa, diketahui bahwa didalam otaknya tumbuh endometriosis.

Penyebab endometrium bisa keluar dari indung telur masih menjadi perdebatan. Beberapa sarjana memperkirakan bahwa darah menstruasi masuk kembali ke tuba falopi dengan membawa jaringan dan lapisan dinding rahim, sehingga jaringan tersebut menetap dan  tumbuh diluar rahim. Teori lain mengatakan bahwa sel-sel jaringan endometrium keluar dari rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening, kemudian mulai tumbuh di lokasi baru. Permasalahannya adalah mengapa darah menstruasi yang mengandung sel endometrium itu tidak mati walaupun berada pada suatu tempat yang tidak normal? Mengapa ia tetap hidup walaupun tumpah dimana-mana?

Kemungkinan lain terjadinya endometriosis karena dipengaruhi oleh polusi. Hal ini berdasarkan fakta bahwa dikota-kota besar, angka kejadian endometriosis lebih tinggi bila dibandingkan dengan di pedesaan. Diperkirakan polusi udara dari asap kendaraan bermotor, hujan asam, serta polusi dari pabrik menyebabkan suatu gangguan di dalam suatu sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel endometrium bisa bertahan hidup.

Pendapat lain mengatakan bahwa mungkin sel cikal bakal endometrium berpindah tempat pada waktu janin berusia dibawah tiga bulan. Pada janin yang kira-kira berusia tujuh hari sebelum tanggal menstruasi, dia hanya berbentuk suatu tabung yang terdiri atas tiga lapisan, dalam, tengah dan luar. Semula sel endoderm ini akan tumbuh menjadi organ-organ  dalam janin seperti usus, hati, ginjal, dan sebagainya. Mesoderm akan menjadi jaringan ikat, otot, dan juga sel-sel darah, sedangkan eksoderm akan menjadi kulit, rambut, tulang dan sebagainya. Karena satu dan lain hal (mungkin pengaruh lingkungan luar atau obat-obatan), sel-sel itu melakukan migrasi atau pindah ke lapisan yang bukan tempatnya. Misalnya, sel yang seharusnya menjadi otak berada pada posisi hidung atau masuk ke dalam rahim.

  1. Masalah pada Indung Telur dan Faktor Usia

Dengan bertambahnya bilangan usia (dan secara hakikat umur yang telah ditetapkan oleh Allah semakin berkurang), jumlah sel telur yang baik dalam indung telur berkurang secara drastis, sehingga menimbulkan kesulitan hamil. Pada usia diatas 35 tahun, fungsi indung telur menurun dan kualitas sel telur sering tidak baik lagi, sehingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan menjadi lebih tinggi.

Penyebab Kemandulan pada Pria

Hal-hal yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria antara lain :

  1. Kurangnya kemampuan testis (buah pelir) dalam menghasilkan sperma normal. Hal ini bisa disebabkan antara lain oleh penyakit gondok yang menyerang saat usia diatas 12 tahun atau sejumlah penyakit lainnya seperti varicocele (pelebaran pembuluh darah balik dalam testis). Varicocele akan mengakibatkan saluran sperma berdekatan dengan aliran darah yang suhunya sama dengan suhu tubuh. Akibatnya sperma menjadi terlalu panas dan tidak bisa berkembang dengan baik.
  2. Sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang buruk dan kuantitas yang sedikit. Hal ini disebabkan oleh :

1)     Kebiasaan merokok.

2)     Mengkonsumsi alkohol.

3)     Mengkonsumsi obat-obatan secara tidak terkontrol.

4)     Terlalu banyak minum kopi. Kafein yang terdapat dalam kopi bila dikonsumsi terlalu banyak menimbulkan kerusakan pada sperma.

5)     Polusi air, tanah dan udara yang berada di ambang batas aman pun dipercaya sebagai factor yang turut “bertanggung jawab” atas buruknya kualitas dan kuantitas sperma.

  1. Turunnya kebugaran fisik karena kurang bergerak / olahraga atau kurang gizi.
  2. Peningkatan temperatur dalam scortum (kantung buah pelir). Bila testis dan sperma didalamnya tidak lebih dingin daripada suhu badan, kesuburan akan berkurang. Peningkatan temperatur ini dapat terjadi misalnya karena kebiasaan memakai celana dalam ketat dari nilon.
  3. Stress fisik / atau psikis.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *