Pengobatan yang diterapkan

PENGOBATAN YANG DITERAPKAN OLEH DRA. LUCIA LENNY KUSMIATI ADALAH:

1). Refleksologi

Refleksologi adalah cara pengobatan dengan merangsang berbagai daerah refleks (atau zona mikrosistem) di kaki, tangan, dan telinga yang ada hubungannya dengan (atau mewakili) berbagai kelenjar organ dan bagian tubuh lainnya.

Suatu zona atau mikrosistem adalah suatu bagian dari tubuh yang merupakan refleksi dari bagian tubuh lain. Pakar Refleksologi meyakini adanya paling sedikit 15 zona atau mikrosistem pada tubuh manusia. Zona atau saluran energi tersebut dianggap sebagai jalur untuk mengalirnya energi vital atau chi pada setiap orang. Zona tersebut berakhir atau berujung pada kaki, tangan, telinga,. Jika suatu bagian tubuh mengalami gangguan, keluhan tersebut bisa diatasi dengan menstimulasi (dengan cara menekan) bagian tubuh lain yang berada pada zona-zona yang sama. Stimulasi atau rangsangan yang tepat pada zona-zona refleks mampu mengatasi stress dan ketegangan, membuat seluruh tubuh relaks secara mendalam. Relaksasi terapeutik ini berperan menormalkan kembali fungsi organ-organ tubuh yang terganggu, secara efektif memfasilitasi proses penyembuhan alami, meningkatkan vitalitas, dan memperbaharui kesehatan secara menyeluruh.

Secara umum lebih banyak praktisi terapi Refleksologi yang memusatkan perhatian pada kaki, meskipun zona-zona yang bisa digarap juga terdapat pada tangan maupun telinga. Refleksologi tangan menggunakan teknik yang sama dengan Refleksologi kaki. Banyak praktisi yang keliru berpendapat bahwa zona refleks di tangan tidak begitu mudah dirangsang dibanding dengan yang di kaki. Sebenarnya rangsangan di titik-titik tangan sama efektifnya dengan penanganan di kaki. Karena alasan inilah pengetahuan akan lokasi refleks di tangan tidak sebanyak seperti yang di kaki. Refleksologi telinga adalah perkembangan yang paling mutakhir dalam Refleksologi. Ilmu ini merupakan hasil evoluasi dari terapi Aurikular atau Akupunktur telinga.

Sejarah Refleksologi

Bukti yang paling nyata dari sudah adanya praktik Refleksologi pada kebudayaan kuno adalah ditemukanna lukisan praktik Refleksologi tangan dan kaki pada lukisan dinding di makam Ankhmahor (bangsawan tertinggi di bawah Firaun) di Saqqara, yang dikenal juga sebagai makam tabib. Lukisan dinding Mesir ini diperkirakan berasal dari tahun 2330 SM. Sebelum penemuan ini, anggapan umum mengenai refleksologi adalah sistem pengobatan ini berasal dan selalu dihubungkan dengan praktik penyembuhan Oriental kuno seperti Shiatsu dan Akupunktur. Padahal dibagian dunia yang lain , suku Indian dari Amerika Utara juga diyakini sejak jaman purba telah mengetahui cara memanipulasi dan menstimulasi kaki orang sakit sebagai bagian dari praktik penyembuhan mereka. Dari semakin banyaknya informasi yang terkumpul akhirnya menyimpulkan bahwa berbagai ragam praktik modern Refleksologi telah ada di semua kultur pengobatan kuno.

Dalam peradaban Barat, salah satu buku yang paling awal yang berisi tulisan mengenai Refleksologi diterbitkan pada tahun 1582 oleh dua dokter Eropa yang paling menonjol pada zamannya, yakni Dr. Adamus dan Dr. A tatis. Selanjutnya adalah Dr. William H, Fritzgerald yang mengembangkan dan mempromosikan praktik Refleksologi modern dalam masyarakat Barat Kontemporer. Dr. Frizgerald yang lulus dar University of Vermont pada tahun 1895 kemudian berpraktik di bagian THT Boston City Hospital, sebelum pindah ke Central London Hospital Inggris dan kemudian ke Wina dibawah Profesor Pulitzer yang terkenal.

Pada tahun 1913 ketika menjabat kepala departemen THT dari St. Francis Hospital di Hartford, Connecticut, ia mempresentasikan penemuannya mengenai Refleksologi di depan masyarakat kedokteran di sana. Ia menemukan bahwa tekanan yang diaplikasikan pada titik-titik tertentu di tubuh bisa mengusir rasa nyeri dan memperbaiki fungsi dari organ-organ tubuh tertentu. Berdasar risetnya Dr. Friztgerald mengembangkan suatu sistem baru yang terdiri dari sepuluh zona dan menjangkau mulai ubun-ubun hingga ujung jari kaki. Bersama dengan Dr. Edwin Wobers C, ia menulis buku berjudul Zone Therapy yang kemudian dikenal sebagai Refleksologi pada awal tahun 1960 an.

Tokoh promotor zone therapy yang selanjutnya adalah fisioterapis yang menjadi asisten Dr. Fritzgerald mengembangkan suatu sistem baru yang terdiri dari sepuluh zona dan menjangkau mulai ubun-ubun hingga ujung jari kaki.

Bersama dengan dikenalnya zone therapy yang kemudian dikenal sebagai Refleksologi pada awal tahun 1960-an.

Berbagai teori yang mendukung Refleksologi

Ada banyak teori yang mendukung cara kerja dan efektifitas Refleksologi, antara lain :

v Refleksologi memperkuat fungsi sistem limfatik yang mengusir racun dan zat berbahaya lain dari tubuh. Dengan demikian mengembalikan keseimbangan kimiawi tubuh dan meningkatkan imunitas.

v Refleksologi memperbaiki keseimbangan potensial elektrikal dari berbagai bagian tubuh dengan memperbaiki kondisi zona yang berhubungan.

v Refleksologi diyakini bekerja seperti halnya Akupunktur, Akupresur, dan Shiatsu dalam mengembalikan keselarasan aliran energi vital (ki atau chi) sepanjang mereidian.

v Refleksologi berfungsi merangsang timbulnya konteriritasi. Tubuh manusia seara alami mempercepat proses pemulihan ketika menerima gangguan pada keseimbangannya, Refleksologi mempercepat pemulihan tersebut.

Praktisi Refleksologi meyakini adanya deposit kristal yang menumpuk dan menghambat jalan pada ujung-ujung saraf. Refleksologi membantu membuka hambatan tersebut, sehingga transmisi impuls berjalan kembali.

  1. Chikung (Qi Gong)

Chikung atau Qi Gong adalah disiplin tradisional Cina yang telah berusia ribuan tahun. Chikung mengintegrasikan system pengobatan, seni bela diri, kebudayaan, dan sekaligus ilmu pengetahuan. Dari sudut pandangan kesehatan, Chikung adalah ilmu sekaligus seni dalam pengelolaan chi untuk mengintegrasikan tubuh, pikiran, dan jiwa hingga semua system yang bekerja dalam diri kita menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan kesehatan yang holistic.

Chi (Cina) adalah analog dari ki (Jepang), prana (sanskerta) yang di Indonesia dikenal sebagai tenaga dalam. Chi adalah energi vital kehidupan yang ada pada setiap makhluk hidup. Ci memiliki daya transformasi dan berdampak pada pikiran, emosi, pancaindra, daya ingat, suasana hati, (mood), kemauan (will), motivasi, keinginan, daya gerak fisik, persepsi, kejiwaan, dan kesehatan. Dari persepsi metafisikal, chi tidak pernah statis, selalu dinamis, selalu berubah dan bertransformasi. Chi biasa dianggap sebagai bioelektrik.

Chikung untuk pengobatan berbeda dengan latihan fisik umumnya. Chikung pengobatan adalah latihan chi yang dipraktikkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Sedangkan latihan fisik umumnya ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan atau mengembalikan fungsi fisik dengan focus pada penatalaksanaan otot, kebugaran dan tenaga.

Tujuan Chikung Pengobatan

Tujuan berlatih Chikung yang utama adalah mencegah penyakit dan menjaga kesehatan. Juga sebagai cara penyembuhan dari penyakit, menguatkan tubuh, memperpanjang usia, meningkatkan intelegensia dan untuk memanifestasikan daya laten yang ada dan dimilik setiap orang.

Praktisi Chikung menyakini bahwa timbulnya penyakit disebabkan terhambatnya pasokan chi ke suatu bagian tubuh, dengan akibat fungsi sel-sel dari organ yang terkait menjadi terganggu. Latihan Chikung secara teratur akan merangsang titik-titik Akupunktur (meridian) sehingga chi dalam tubuh mengalir dengan bebas dan lancar. Setiap sel menerima pasokan energi vital secara tetap.

Chikung pengobatan bisa dibagi dalam 2 golongan utama : Chikung Internal dan Chikung Eksternal. Chikung Internal dipraktekkan oleh pasien sendiri untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri, sedangkan Chikung Eksternal dilakukan oleh seorang Master atau ahli Chikung terhadap seseorang yang menyandang masalah kesehatan.

Mempraktikkan Chikung Internal membutuhkan pengaturan pikiran, tubuh, dan pernapasan. Ada beberapa jenis Chikung Internal: yang menggunakan gerakan dan yang tidak. Chikung bisa dilakukan sambil duduk, berdiri tegak, berbaring telentang ataupun menyamping. Pada prinsipnya praktisi melakukannya secara santai dan dalam keadaan senyaman mungkin.

Dari segi teknik, Chikung menggunakan banyak unsur. Yang utama adalah daya kemauan (individual will) gerakan, postur, visualisasi, pernapasan, meditasi, afirmasi, dan unsur spiritual.

3). Reiki

Reiki adalah metode penyembuhan yang berasal dari Jepang. Dan kini telah mendunia. Reiki dalam basa Jepang terdiri dari dua huruf kanji rei dan ki. Rei berarti “jalan yang bebas hambatan” atau “roh yang transcendental / universal”. Sedangkan ki adalah energi kehidupan yang vital. Dalam satu kesatuan reiki berarti energi atau kekuatan kehidupan yang bersifat spiritual.

Praktisi reiki meyakini bahwa semua disekeliling kita termasuk diri kita sendiri adalah energi. Kita hidup karena energi kehidupan (ki) mengalir dalam diri kita. Didalam tubuh, energi mengalir melalui saluran yang terdiri dari meridian dan pusat-pusat keluar masuknya energi yang disebut cakra. Jika energi (ki, prana, chi) mengalir dengan bebas dan seimbang, tubuh kita dalam keadaan sehat. Jika aliran energi terganggu atau terhambat, maka fungsi organ-organ tubuh yang berhubungan dengan cakra akan terganggu dengan akibatnya timbul penyakit.

Pemberian Reiki akan mengidentifikasi gangguan-gangguan dalam aliran energi, secara lembut menyingkirkan hambatan, dan memfasilitasi kemampuan penyembuhan alami tubuh.

Reiki berbeda dengan penyembuhan energi lain. Pada cara penyembuhan lain, energi kehidupan (ki) yang diberikan berasal dari sang terapis. Pada Reiki, sang terapis hanya menjadi penyalur bagi energi universal (atau energi Ilahi). Lebih baik jika pasien ikut mengambil bagian, yaitu dengan secara aktif menarik energi tersebut sesuai kebutuhannya.

Manfaat dan Cara kerja Reiki

Energi Reiki memberi beberapa manfaat yang bersifat mendasar bagi proses penyembuhan. Yang pertama adalah Reiki membawa kondisi relaksasi yang mendalam bagi sang pasien. Selanjutnya Reiki menyingkirkan hambatan dan sumbangan energi, mendetoksifikasi semua sistem dalam tubuh, memberi vitalitas baru dalam bentuk energi universal kehidupan yang menyembuhkan dan meningkatkan frekuensi getaran atau dinamika tubuh.

Mereka yang sering menyalurkan Reiki untuk dirinya sendiri dan orang lain akan merasa lebih gembira, ceria dan energi kehidupannya sendiri meningkat seakan-akan baterai tubuhnya terius menerus diisi. Berbagai konflik dalam dirinya dan dalam hubungan lebih efektif, sehingga energi kehidupannya secara keseluruhan juga meningkat.

Sesi Penyembuhan Reiki

Penyembuhan cara Reiki umumnya berjalan minimal 2-4 sesi dan berlangsung sekitar satu jam setiap sesinya. Sang terapis meletakkan tangannya pada atau diatas 12 posisi dasar pada tubuh pasien selama 5 menit setiap posisi. Untuk daerah atau posisi yang bermasalah lamanya bisa dua kali lipat. Sesi penyembuhan ini bisa membawa ketenangan atau gejolak energi pada pasien. Reiki bisa mengatasi nyeri dan menurunkan stress. Pasien harus merasa nyaman dan yakin terhadap sang penyembuh, karena hal ini sangat penting terhadap kebehasilan terapinya.

  1. Terapi Pijat Telinga, Mata dan Tangan.

Akupunktur telinga sudah ditemukan dan ditulis dalam bentuk buku di Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Saat itu, untuk menusuk telinga digunakan benda-benda runcing, misalnya taring atau duri yang runcing. Seiring perkembangan zaman, peran keduanya digantikan oleh jarum akupunktur telinga, jarum akupunktur yang umum, lancet / jarum laboratorium, jarum prisma, jarum bawah kulit, magnet telinga, dan sebagainya.

Akupunktur telinga dan umum masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan kebudayaan antarnegara, antara lain zaman kerajaan Sriwijaya. Tahun 1963 merupakan tahun kebangkitan ilmu akupunktur di Indonesia. Hal ini terjadi setelah tim dokter Chung Kuo berhasil menyembuhkan Presiden Soekarno. Pada tahun itu juga banyak diadakan kursus-kursus akupunktur bagi masyarakat umum yang dipelopori oleh dr. Andre Zen dan Tseng Kai. Pada tahun ini pula, akupunktur diakui sebagai salah satu jenis pengobatan yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kelebihan dari akupunktur telinga dan pijat telinga adalah :

  1. Dapat mengobati penyakit fisik dan psikis (penyakit badan dan jiwa).
  2. Pengobatan bersifat ekonomis, praktis dan areanya kecil, tetapi indikasinya luas.
  3. Mudah dipelajari dan diingat karena nama titik sebagian besar sesuai dengan nama organ dan anggota tubuh.
  4. Hasil terapi cepat terbukti dan efektif, terutama untuk kasus-kasus sebagai berikut: infeksi dan peradangan, salah urat atau keseleo, sakit pencernaan dan lambung, nyeri pada persendian, pusing karena masuk angin, nyeri jantung, kram dan gangguan sirkulasi darah, menurunkan panas dengan cepat.
  5. Tidak mempunyai efek samping dan tidak berbahaya.
  6. Bisa memperkuat daya tahan tubuh dan dapat mencegah penyakit.
  7. Penyakit pada organ dan anggota tubuh bisa dideteksi melalui titik reaksi positif yang timbul pada daun telinga.
  8. Titik reaksi positif juga merupakan titik utama terapi penyakit, sehingga dapat mempermudah dalam mencari akar penyakit sekaligus dapat menyembuhkannya.

Kekurangan akupunktur atau pijat telinga adalah:

Pijat telinga tidak dapat secara langsung melihat dan memijat lokasi yang diinginkan. Biasanya bila mengalami kesulitan, cermin bisa digunakan sebagai alat bantu melihat telinga. Pemahaman tentang anatomi telinga akan mempermudah dalam mencari titik / lokasi yang diinginkan. Hal ini berguna untuk mengatasi penyakit yang diderita oleh diri sendiri.

Kegunaan daripada pijat mata adalah: untuk menanggulangi keluhan yang diakibatkan oleh penyakit mata. Perpaduan pijat mata dengan senam mata, menyebabkan beberapa keuntungan yaitu: mampu memperbaiki kondisi kejiwaan seseorang yang mempunyai kemarahan meledak-ledak, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan semangat belajar dan bekerja, memperbaiki sirkulasi darah dan otot, terutama yang berada di sekeliling mata, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi-bahkan menyembuhkan penyakit yang dapat dideteksi melalui kondisi iris mata dan sekitar mata, meningkatkan metabolisme tubuh, mengurangi-bahkan menyembuhkan berbagai penyakit mata.

Organ di dalam tubuh manusia, berhubungan langsung dengan bagian luar atau titik akupunktur tubuh yang berada di tangan, kaki dan telinga.

Pijat tangan mudah dilakukan oleh siapapun. Setiap orang dapat melakukannya sendiri. Karena selalin bagian tubuh ini mudah dijangkau, pemijatan di tangan juga aman karena tidak ada efek yang berbahaya. Pijat tangan perlu dipelajari oleh masyarakat agar bisa mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri. Sebelum memerlukan dan atau mendapatkan pertolongan tenaga profesional / ahli, kita dapat mengobati diri sendiri maupun orang lain di mana dan kapan saja.

Pijat tangan aman dilakukan karena tidak menggunakan alat yang tembus kulit. Selain aman, pijat tangan amat praktis dan murah. Hal ini dikarenakan alat utama yang dibutuhkan cukup jari tangan orang yang bersangkutan. Jadi, tidak memerlukan tenaga orang lain maupun biaya.

Kalaupun menggunakan alat bantu, maka bisa menggunakan batang kayu atau tangkai pulpen yang tumpul. Berbagai alat bantu dapat digunakan, seperti kayu, plastik, ataupun logam. Hal yang perlu diperhatikan adalah alat tersebut tidak tembus kulit, tidak menimbulkan lecet kulit, serta biasanya halus dan tumpul.

Pijat tangan bermanfaat untuk berbagai penggunaan. Pemijatan ini bisa digunakan untuk pencegahan penyakit (Prevention), penyembuhan penyakit (Curing), peningkatan daya tahan tubuh sesudah sakit (Rehabilitation), serta untuk pemeliharaan dan peningkatan daya tahan tubuh (Promotion).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *