Teori popular untuk mendapatkan anak sesuai yang diinginkan

Teori-teori yang sudah popular dan boleh dipraktekan untuk mendapatkan anak sesuai yang diinginkan.

  1. Teori untuk Mendapatkan Anak Laki-laki
  1. Teori Akihito

Sebuah teori yang populer tahun 1950-an adalah “Teori Akihito”. Berasal dari negeri Matahari Terbit yang merupakan penemuan kaisar Jepang, Hirohito. Ia adalah seorang ahli biologi. Walaupun sang ayah sebagai penemu teori ini, tetapi yang menerapkan teori ini adalah anaknya, yang lebih dikenal dengan nama Akihito, sehingga teori ini lebih dikenal dengan nama “Teori Akihito”.

Dalam menerapkan teori ini mereka mempunyai keinginan mendapatkan dua anak laki-laki dan satu perempuan. Keinginan mereka akhirnya terkabul dan menjadi penerus generasi mereka.

Teori Akihito sangat sederhana. Untuk mendapatkan anak laki-laki, suami dan istri dituntun mengutamakan menu serba ikan dan mengesampingkan daging. Kemudian melakukan puasa pada hari-hari tertentu.

Mengkonsumsi ikan dan mengesampingkan daging.

Makanan yang dikonsumsi suami isteri sangat mempengaruhi peluang pasangan ini mendapatkan bayi dengan jenis kelamin yang dikehendaki, sebab makanan yang dikonsumsi mempengaruhi kondisi asam dan basa vagina, yang dapat mempengaruhi ketahanan sperma kromosom X dan Y. Daging misalnya merupakan makanan paling pantang bila pasangan suami isteri menghendaki anak laki-laki.

Melakukan “puasa” tidak melakukan hubungan suami isteri sebelum atau saat isteri ovulasi (pelepasan sel telur).

Hal yang sangat penting diperhatikan adalah melakukan puasa. Jika puasa dilanggar maka keinginan mendapatkan anak laki-laki akan gagal. Puasa dilakukan suami sebelum isteri ovulasi. Jika sudah melakukan hubungan suami isteri sebelum atau saat terjadi ovulasi, bisa saja ada sperma dengan kromosom X yang tertinggal, sebab sperma kromosom X lebih lama ketahanannya dari pada sperma kromosom Y. Atau jika diukur dengan hari maka sperma kromosom X bisa bertahan selama 4 hari sedangkan kromosom Y hanya bertahan paling lama 2 hari.

Yang dikhawatirkan disini adalah jika sperma kromosom X yang masih tertinggal sama-sama berpeluang membuahi telur dengan sperma kromosom Y saat berhubungan terakhir, dengan demikian sulit untuk memastikan jenis kelamin yang akan lahir.

Suami harus dapat berpuasa lima hari sebelum ovulasi terjadi, dan tiga hari setelah ovulasi terjadi. Dengan melakukan puasa, menyebabkan kualitas sperma akan semakin berkualitas serta jumlahnya akan semakin banyak. Dengan demikian semakin besar kemungkinan sperma dapat membuahi sel telur. Memang, berpuasa bagi sebagian laki-laki sangat berat sebab di hari ke 10 setelah isteri haid tidak bisa berhubungan suami isteri lagi, karena perkiraan ovulasi akan terjadi pada hari ke 15, paling sesuai jika siklus haid teratur. Jadi jika suami isteri berkeinginan sekali mendapatkan anak laki-laki, ”puasa” adalah nomor satu.

Teori Akihito diatas sebenarnya adalah cikal bakal lahirnya ilmu baru yang lebih dikenal dengan istilah “bayi tabung”. Bayi tabung saat ini menjadi jalan untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin yang diinginkan setiap pasangan. Memang biaya menjadi salah satu kendala, sebab biaya untuk proses bayi tabung sangat mahal. Jika pasangan tidak memiliki biaya yang cukup, sebaiknya menerapkan teori Akihito.

  1. Enam Prosedur dari Dr. Muhammad Natsir, Sp.OG, M.Kes.

Jika teori Akihito kurang manjur, masih ada cara lain untuk mendapatkan anak laki-laki. Dr. Muhammad Natsir, Sp.OG, M.Kes yang merupakan dokter di Rumah Sakit Islam Jakarta, menganjurkan enam prosedur atau pedoman untuk mendapatkan anak laki-laki, sebagai berikut :

  1. Lakukan hubungan suami isteri sedekat mungkin dengan detik terjadinya ovulasi atau pengeluaran sel telur dari indung telur. Untuk mengetahui hal ini harus melalui pemeriksaan dokter kandungan. Hubungan suami isteri dapat dilakukan 12 jam sebelum dan setelah terjadi ovulasi.
  2. Sesaat sebelum hubungan suami isteri, setiap kali isteri membilas liang vagina dengan campuran satu liter air ditambah dua sendok makan garam soda atau dengan istilah Natrium bikarbonat soda.
  3. Jika bisa sebaiknya si isteri lebih dulu orgasme, baru suami.
  4. Posisi yang dianjurkan adalah knee-chest (genu pectoral) dimana suami mendekati isterinya dari belakang.
  5. Pada saat suami mencapai orgasme dan ejakulasi lakukan penetrasi penis yang dalam.
  6. Puasa melakukan hubungan suami isteri harus dilakukan pada saat haid kering sampai terjadinya ovulasi, agar volume dan jumlah sperma permililiter akan sebanyak mungkin.
  1. Lakukan Hubungan Suami Isteri Saat Isteri Mengalami Puncak Masa Subur.

Ada juga cara lain untuk mendapatkan anak laki-laki, yaitu melakukan hubungan suami isteri pada saat puncak masa subur. Untuk menentukan masa subur ini, isteri disarankan mengukur temperatur tubuh setiap hari sebelum aktifitas dan mencatatnya di sebuah daftar dan buat grafik. Wanita di puncak masa subur temperatur tubuhnya lebih tinggi dari biasanya, pada saat itulah dilakukan hubungan suami isteri.

  1. Pendapat Dr. Shettler dam David Borvik

Cara lain yang bisa dicoba adalah teori dua ahli dari New York yaitu Dr. Shettler dan David Borvik. Menurut mereka untuk mendapatkan anak laki-laki, si isteri harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. a) Hubungan suami isteri sebaiknya dilakukan sekitar masa ovulasi atau pertengahan siklus haid.
  2. b) Sebelum melakukan hubungan suami isteri, vagina lebih dulu dicuci dengan 250 cc larutan air soda kue. Cara membuatnya, 250 cc air dicampur dengan 2 sendok makan soda kue.
  3. c) Sebaiknya diusahakan agar isteri mencapai puncak orgasme. Dengan mencapai orgasme, maka reaksi basa vagina akan meningkat sehingga menghilangkan sel-sel sperma yang menjadi perempuan.
  4. d) Waktu melakukan hubungan suami isteri, sebaiknya si suami melakukan dari belakang sehingga air mani si suami akan tumpah pada daerah yang reaksinya paling basa dan paling dekat ke pintu masuk kandungan.
  5. e) Masa antara haid dan ovulasi sama sekali tidak boleh mengadakan hubungan suami isteri. Jika siklus haid 28 hari maka sejak haid pertama sampai 14 hari berikutnya jangan melakukan hubungan suami isteri.
  1. Teori Untuk Mendapatkan Anak Perempuan.

Jika ditanya secara biologi, mana yang lebih mudah mendapatkan anak laki-laki dan mendapatkan anak perempuan? Jawabannya adalah anak perempuan. Mendapatkan anak perempuan tidak sesulit mendapatkan anak laki-laki. Tidak ada istilah “puasa”, demikian juga makanan pantanganpun tidak ada.

Untuk mendapatkan anak perempuan, lakukan hubungan suami isteri 3 sampai 4 hari sebelum masa ovulasi. Setelah itu, kapanpun suami isteri melakukan hubungan suami isteri tidak masalah. Sebab untuk mendapatkan anak perempuan hanya membutuhkan sperma kromosom X bertemu dengan sel telur si isteri (XX), bukan seperti mendapatkan anak laki-laki yang harus sperma kromosom Y bertemu dengan sel telur si isteri (XY). Untuk mendapatkan anak laki-laki harus melakukan puasa agar jangan ada sperma kromosom X yang tertinggal sebab sperma kromosom X bisa bertahan hingga 4 hari. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan puasa tetap dilakukan tetapi setelah diluar puasa tadi hubungan suami isteri tidak berpengaruh lagi terhadap hasil pembuahan, sebab jika sel telur telah dibuahi oleh sperma, maka sperma-sperma berikutnya tidak bermanfaat lagi menentukan jenis kelamin.

Sebelum melakukan hubungan suami isteri, dianjurkan si isteri mencuci vagina dengan larutan cuka asam dengan perbandingan 250 cc air dicampur dengan dua sendok makan cuka. Hal ini dilakukan agar kondisi pH vagina menjadi asam.

Menurut Dr. Shettler dan David Borvik untuk mendapatkan anak perempuan, si isteri harus melakukan berbagai hal dibawah ini :

1) Setiap kali akan melakukan hubungan suami isteri, vagina harus dicuci dengan campuran 250 cc air dan dua sendok makan asam cuka *). Pencucian vagina dengan larutan asam ini berguna agar tercipta lingkungan asam yang dapat menghilangkan sperma yang akan menjadi anak laki-laki.

2) Dua atau tiga hari sebelum ovulasi, jangan melakukan hubungan suami isteri. Masa ovulasi adalah masa si isteri mengeluarkan sebutir sel telur, waktunya kira-kira pertengahan siklus haid. Bila silkus haid isteri 28 hari maka ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum haid berikutnya.

3) Sebaiknya orgasme isteri dihindarkan, sebab orgasme isteri meninggalkan derajat basa vagina, padahal yang dibutuhkan membuat vagina bereaksi asam. Hubungan suami isteri sebaiknya dilakukan yang biasa saja, agar terhindar risiko adanya sel mani suami masuk ke kandungan isteri.

Keterangan *).

  • Asam cuka yang dipakai adalah cuka makan yang ada di dapur.
  • Asam cuka ini tidak berbahaya.
  • Spul vagina dapat dibeli di apotik dengan nama irrigator vagina.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *