Sejarah


Sejarah Pengobatan

Tahun 1995, adalah tahun yang memprihatinkan bagi saya. Disaat saya  sedang membangun rumah tangga bersama suami tercinta ,cobaan demi cobaan  seakan-akan tak mau pergi dalam kehidupanku.

Suatu hari saya harus menjalani operasi kista di rahim, karena  kistanya sudah sebesar buah mangga harum manis. Berbagai upaya sudah dilakukan agar kistanya tidak dioperasi dan bisa mengecil lalu sembuh. Tetapi  akhirnya saya harus pasrah kepada nasib, karena kistanya tak kunjung mengecil, sehingga akhirnya dioperasi.

Keadaan ini tak kunjung membaik, hingga saya kemudian berusaha mengobati diriku sendiri dengan belajar totok jari untuk menyembuhkan penyakitku kepada kakakku. Dengan berbekal kenekatan  dan keinginan yang tinggi untuk sembuh, akhirnya saya berhasil meramu obat racikan sendiri, peninggalan dari sang kakek yang berasal dari negara Tirai Bambu. Kemudian saya pun berusaha keras bersama suami tercinta untuk mencari ramuan untuk mendapatkan keturunan. Keadaan ini berlangsung selama 1 tahun lebih. Sedangkan saya sudah berobat secara medis berkisar 4 tahunan, tapi tidak membuahkan hasil. Hampir saja saya dan suami menjadi putus asa.

Namun berkat ketekunan belajar, kesabaran dan keinginan untuk mendapat keturunan yang tinggi, dibarengi dengan pasrah kepada kehendak Tuhan serta tekun berdoa, Saya dan suami tercinta berhasil meracik obat yang membuat diriku akhirnya menjadi hamil. Dengan harapan bisa mempunyai keturunan yang sehat dan menjadi anak yang baik, berbakti pada orang tua dan takut akan Tuhan. Upaya ini ternyata membawakan hasil, lambat laun bayi tumbuh dengan normal sampai akhirnya dilahirkan dengan selamat. Tak hanya saya bisa terbebas dari penyakit kista, tapi suami tercintanyapun bisa bernafas lega.

Sejak saat itu banyak pasien yang meminta pertolongan dan berobat kepada saya, bermula dari mulut ke mulut dan banyak yang berhasil hamil. Dengan keberhasilan ini, akhirnya saya memutuskan untuk mempromosikannya lewat surat kabar harian umum pikiran rakyat  sejak tahun 2000. Waktu itu harga untuk racikan ramuan obat keturunan hanya Rp.150.000  untuk satu macam obat. Saat ini obat sudah mengalami banyak kenaikkan harga, karena bahan bakunya yang didapat dari negara Tirai Bambu semakin melonjak tinggi. Sekarang obat sudah diperbaharui dan ditambah dengan obat-obat lain yang lebih menitikberatkan kesempurnaan kesehatan calon ayah dan ibu juga bayi yang akan dilahirkan.


Dikutip dari surat kabar Independent PATROLI, berbicara fakta mengungkap nyata edisi tahun 2006.

Dra. Lucia Lenny Kusmiati,
Ahli Pengobatan Alternatif Tiongkok Kuno.
DULU MENCARI, KINI DICARI ORANG BEROBAT

Dirinya memiliki kelebihan sebagai insan manusia yang sangat menonjol yaitu dapat mengobati pasangan suami-istri (Pasutri)yang susah memiliki keturunan serta berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan rahim atau kandungan, baik itu kesuburan, jenis tumor maupun kanker.

Hal itu dirasakan olehnya pertama kali saat dirinya susah memiliki anak. Sedangkan pernikahan dengan suaminya, seorang wiraswasta sudah lima tahun berjalan, tepatnya pada tahun 1991. Pasangan suami-istri ini sudah berusaha berobat kemana – mana, baik secara medis maupun alternatif, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan oleh salah seorang dokter kandungan yang cukup ternama di kota Bandung, dirinya divonis tidak akan memiliki anak karena kandungannya kering serta mengidap penyakit kista.

Mendengar “Vonis” itu, kistanya lalu dioperasi. Namun kehamilan dirinya yang ditunggu-tunggu belum juga datang hingga ia mengaku sudah bosan berobat, baik ke doketr maupun ke tabib sebagai alternatif, yang sudah banyak menghabiskan uang. Akhirnya dirinya belajar kepada kakaknya untuk totok jari dan mempelajari buku – buku ramuan Cina yang diwarisi dari sang kakek dari negri Tirai Bambu. Alhasil tanpa diduga, dengan cara memijit mijit sendiri syaraf-syaraf yang ada di tubuhnya, terutama di bagian kaki dan tangannya, akhirnya saudari
Lenny bisa hamil. Dokter yang merawatnya pun mengaku kaget kalau saudari Lenny bisa hamil, karena secara medis hal itu tidak mungkin.

Ivana Suhermin. Saat ini Ivana sudah duduk di kelas 5 Sekolah dasar (2006). Karena keberhasilan ini, banyak rekan rekan maupun saudaranya yang ingin mengetahui kunci keberhasilannya. Tanpa sengaja Lenny membantu rekannya Inge, warga Taman Kopo Indah I – Bandung, yang lama tidak memiliki anak. Setelah diberi ramuan oleh Lenny, satu bulan kemudian bisa hamil. Kini teman yang dibantunya telah memiliki 2 orang anak.

      ivanakecil

rafaelkecil

BERTEMU MALAIKAT TUHAN

Menurut pengakuannya, keberhasilannya mengobati berpuluh puluh orang itu dialaminya setelah dirinya hamil anak kedua dalam kandungan usia 3 bulan, ia bermimpi bertemu dengan Malaikat Rafael. Menurut kepercayaan agama Khatolik , Malaikat Rafael adalah Malaikat penyembuh bagi orang sakit. Ia dibawa terbang oleh Malaikat yang memiliki sayap putih lebar dan berambut kuning keemasan. Malaikat yang berwajah sangat tampan tersebut menyuruhnya untuk naik ke atas punggungnya dan memegang rambutnya yang panjang sebahu sebagai tempat untuk memegang agar tidak jatuh.

Sejak rekannya Inge, berhasil hamil, akhirnya banyak pasien seperti pasutri yang susah memiliki anak , pengidap penyakit keputihan, kista, mium, tumor dan kanker yang datang  ke tempatnya untuk berobat. Selain itu dirinya juga dapat mengobati tekanan darah tinggi, diabetes dan lebih dari 40 jenis penyakit lainnya. Lama pengobatan biasanya ditentukan oleh berat ringannya penyakit yang diderita oleh pasien. Dan untuk berobat ini, tidah hanya pihak perempuan atau pihak laki-laki saja, melainkan harus bedua pasangan suami-istri untuk berkonsultasi dan secara bergiliran diobati dengan totok jari , chikung , dan yang paling utama yaitu meminum ramuan herbal Tiongkok yang sudah diraciknya.

Setiap kali datang berobat, pasien akan menjalani terapi totok jari dan chikung berkisar 15-30 menit. Setelah itu pasien (pasangan suami-istri) meminum ramuan racikan dari bahan alami, yang terdiri dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (Herbal China).

Inge
Sahabat pertama (Inge) yang berhasil hamil setelah sekian tahun mengalami kekosongan.