Warisan


OBAT KETURUNAN WARISAN LELUHUR

herbal Obat keturunan ini adalah resep pusaka keluarga obat Tionghoa yang diturunkan oleh sin she terkenal di jaman era 1960-an. Dimana sin she ini adalah kakek moyang saya sendiri yang bermarga Tan.

Resep-resep obat-obatan racikan sin she ini, dilindungi oleh undang-undang.  Semua racikan obat-obatan yang  diwarisi leluhur saya, halal untuk segala bangsa di dunia, halal untuk semua agama yang ada di dunia, karena obat-obatnya terdiri dari ramu-ramuan tumbuh-tumbuhan dari negeri Tirai Bambu dan ditanggung manjur.

Ketika mengkomsumsi ramuan-ramuan obat racikan dari saya, ada beberapa pantangan makanan bagi pasien. Hal ini penting untuk mempercepat proses penyembuhan. Karena bagaimanapun manjurnya obat yang diminum, bila si penderita sakit tak dapat menahan pantangannya (memakan makanan yang bertentangan dengan penyakitnya), tidak mungkin penyakit itu dapat disembuhkan. Jika pantangan yang dianjurkan dilanggar, dapat mengakibatkan si penderita sakit bertambah parah sakitnya, sehingga tentu saja hal ini
sangat membahayakan penderita sakit. Umpamanya, orang yang menderita sakit lumpuh akibat sakit darah tinggi atau struk atau penyakit yang lainnya, bila diberi minuman yang beralkohol sangat berbahaya, apalagi bila obat-obat Tionghoa dicampur minum dengan obat dokter atau obat patent lainnya, kecuali ada selisih jarak minumnya sekitar 2-3 jam, tidak apa-apa.

Untuk mengetahui khasiat dari ramuan-ramuan obat yang diminum, sekurang-kurangnya harus minum 3 bungkus obat. Tetapi pada kasus penyakit yang baru gejala dan belum tergolong berat atau penyakitnya belum menahun, bisa jadi atau ada kemungkinan baru minum 1 bungkuspun sudah sembuh. Untuk penyakit yang sudah parah dan menahun dalam arti lebih dari 1 tahun, sangat memerlukan obat racikan lebih dari 3 bungkus. Karena: tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit yang telah 1 tahun atau lebih, dalam tempo waktu sehari langsung sembuh dan tidak mungkin penyakit dapat sembuh jika melanggar pantangan yang dianjurkan selama minum racikan obat.

Bila obat yang diminum dirasakan terlalu keras, tanda-tandanya adalah: Kepala terasa pusing, nafsu makan hilang. Untuk mengatasinya, minum obatnya dikurangi, umpamanya dari 1 gelas diminum menjadi ¾ gelas atau ½ gelas. Bila ada pasien yang mengalami gangguan-gangguan seperti itu, tak usah cemas dan gelisah, karena tidak membahayakan.

Kandungan dari obat-obatan yang diracik, hanya terdiri dari obat-obatan Tionghoa  yang berasal dari akar-akaran, daun-daunan, buah-buahan dan juga batu-batuan yang ditumbuk halus. Obat-obat Tionghoa ini, tidak semuanya didatangkan atau berasal dari Tiongkok, tetapi ada juga dari Jepang, India, Indonesia, Cina, Korea dan tempat-tempat lainnya.
Kemanjuran obat-obatan yang diracik khususnya dari saya, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada juga kebaikkan dan sebagainya, TERMASUK JUGA ADA YANG SAKIT ADA JUGA YANG SEHAT.


Sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan, kita jangan merasa khawatir, karena setiap penyakit  pasti ada obatnya. Itu sudah menjadi ketentuan dalam dunia ini. Saya merasa bangga dan bahagia, karena diberi karunia oleh Tuhan dapat membantu meringankan beban dan penderitaan sesama manusia yang sakit, dengan warisan ilmu pengobatan yang diturunkan kakek moyang saya. Pengobatan Tiongkok kuno ini, didapat dari kakek moyang saya, secara turun temurun sejak beberapa tingkat keturunan.

Karena itu untuk kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada para leluhur yang telah mewariskan ilmu pengobatan Tiongkok kuno ini kepada saya dan keluarga saya juga kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya.

Semoga sumbangsih dari saya dan leluhur saya juga suami tercinta Bpk. Fransiscus Xaverius Suhermin ini, mendapat dukungan dari segenap lapisan masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya. Dimana tujuan saya adalah  menuju kepada rakyat sehat, negara kuat, dunia bahagia. Amin.

Hormat saya,

(Dra. Lucia Lenny Kusmiati)